Mahasiswa dan Dosen UMKH Ciptakan Teknologi Pengolahan Limbah Cair Berkelanjutan, Siap Komersial Tahun Depan

KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari (UMKH) mencatat pencapaian signifikan di bidang penelitian inovatif. Dosen dan mahasiswa dari Unit Kemahasiswaan berhasil mengembangkan teknologi pengolahan limbah cair yang ramah lingkungan dan efisien biaya. Penemuan ini menjadi bukti nyata komitmen institusi pendidikan di Sulawesi Tenggara tersebut terhadap pembangunan berkelanjutan dan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Penelitian yang dimulai pada Januari 2025 ini telah melewati berbagai tahap pengujian dan kini memasuki fase optimalisasi produksi skala semi-industri. Tim peneliti yang terdiri dari lima dosen dan delapan mahasiswa ini bekerja sama dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didukung penuh oleh institusi.

Latar Belakang Riset yang Strategis

Permasalahan limbah cair menjadi isu krusial bagi Kendari sebagai kota berkembang dengan populasi industri kecil dan menengah yang terus bertambah. Data dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Kendari menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen industri skala kecil belum memiliki sistem pengolahan limbah yang memenuhi standar baku mutu.

“Kami melihat peluang besar di sini,” ujar Dr. Imam Syafii, Kepala Unit Kemahasiswaan UMKH, dalam wawancara eksklusif pada 15 April 2026 lalu. “Kendari memiliki potensi industri yang sangat besar, tetapi infrastruktur pengolahan limbah masih tertinggal. Kami ingin UMKH menjadi bagian dari solusi ini.”

Dengan dorongan dari pimpinan Unit Kemahasiswaan, penelitian ini dimulai dari observasi lapangan di berbagai industri tekstil, makanan, dan pengolahan ikan yang tersebar di Kendari dan sekitarnya. Tim menemukan bahwa teknologi pengolahan limbah konvensional terlalu mahal dan membutuhkan keahlian khusus untuk operasionalisasi harian.

Inovasi Teknologi yang Revolusioner

Teknologi yang dikembangkan oleh tim peneliti UMKH menggunakan kombinasi unik antara biofilter anaerob dan adsorben berbasis bahan lokal. Keunggulan utama dari sistem ini terletak pada kesederhanaan desain, efisiensi biaya operasional hingga 70 persen lebih rendah dari teknologi sejenis, serta kemampuan mengurangi total suspended solid (TSS) hingga 95 persen.

“Kami tidak ingin menciptakan teknologi yang hanya bagus di atas kertas tetapi tidak bisa diterapkan di lapangan,” jelas Ir. Siti Nurhaliza, M.Tech., salah satu dosen pembimbing utama dari Departemen Teknik Lingkungan UMKH. “Filosofi kami sederhana: teknologi harus accessible, affordable, dan applicable untuk industri kecil di daerah.”

Peneliti menggunakan limbah pertanian lokal seperti tempurung kelapa dan biomassa alga untuk membuat adsorben. Material ini diproses melalui aktivasi kimia yang relatif sederhana sehingga dapat diproduksi sendiri oleh pengguna tanpa ketergantungan pada supplier mahal dari luar kota.

Hasil pengujian laboratorium menunjukkan performa luar biasa. Parameter kualitas air seperti Chemical Oxygen Demand (COD), Biological Oxygen Demand (BOD), dan nitrogen dapat diturunkan hingga standar yang diizinkan untuk dibuang ke badan air penerima atau bahkan dapat didaur ulang untuk irigasi pertanian.

Tim Riset yang Berdedikasi

Di balik kesuksesan penelitian ini terdapat dedikasi luar biasa dari tim multidisiplin. Dr. Hariyanto, S.T., M.Eng., sebagai ketua peneliti, bersama dengan Ir. Siti Nurhaliza, telah membimbing delapan mahasiswa dari program studi Teknik Lingkungan, Teknik Kimia, dan Manajemen Lingkungan.

Salah satu mahasiswa peneliti, Muhammad Rizki Pratama (semester VIII, Teknik Lingkungan), mengungkapkan pengalamannya yang berharga. “Awalnya, kami hanya tahu teori di kelas. Tapi melalui PKM ini, saya benar-benar memahami bahwa penelitian itu untuk memecahkan masalah nyata masyarakat. Bekerja di lapangan, berkonsultasi dengan industri, dan melihat limbah langsung membuat saya paham betapa pentingnya apa yang kami kerjakan.”

Keterlibatan mahasiswa bukan hanya sebagai asisten, melainkan sebagai peneliti utama dalam beberapa subproyek. Mereka mengambil bagian aktif dalam merancang eksperimen, analisis data, dan presentasi hasil penelitian. Pengalaman ini memberi mereka bekal praktis yang tidak akan didapat hanya dari kuliah reguler.

Dukungan Institusional yang Solid

Keberhasilan penelitian ini tidak terlepas dari dukungan penuh dari institusi UMKH. Rektorat dan Unit Kemahasiswaan telah mengalokasikan dana research dari anggaran pendidikan, menyediakan laboratorium, dan memfasilitasi perizinan untuk pengujian lapangan di beberapa industri mitra.

“Universitas Muhammadiyah Kendari memandang riset sebagai salah satu pilar utama pengembangan diri kita sebagai institusi pendidikan tinggi,” kata Dr. Imam Syafii dalam kesempatan lain. “Kami bangga bahwa penelitian ini dilakukan oleh civitas akademika UMKH. Ini membuktikan bahwa universitas kami tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.”

Dukungan tersebut mencakup perizinan untuk menggunakan fasilitas laboratorium terpadu di Gedung Teknik, akses ke perpustakaan digital untuk mengakses jurnal internasional, dan kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian di forum akademik regional maupun nasional.

Fase Pengembangan dan Target Komersial

Saat ini, penelitian telah memasuki fase ketiga dari lima tahap yang direncanakan. Sistem prototype telah berhasil diuji di lima lokasi industri berbeda di Kendari. Respons dari mitra industri sangat positif, bahkan beberapa sudah mengajukan minat untuk implementasi permanen.

“Dari lima industri mitra, tiga di antaranya sudah menyatakan siap untuk menggunakan sistem ini secara permanent setelah fase optimization selesai,” ungkap Dr. Hariyanto dengan antusiasme. “Mereka menyadari bahwa teknologi ini tidak hanya menguntungkan lingkungan, tetapi juga menghemat biaya operasional mereka secara signifikan.”

Target tim peneliti adalah menyelesaikan fase optimalisasi dan pengujian di lapangan pada akhir tahun 2026. Setelahnya, mereka berencana mendaftarkan paten desain dan proses teknologi ini, serta mempersiapkan produksi dalam skala yang lebih besar.

“Kami sudah menghubungi beberapa unit kecil dan menengah di Kawasan Industri Kendari untuk menjadi early adopters,” lanjut Ir. Siti Nurhaliza. “Target kami adalah pada tahun 2027, sudah ada minimal lima unit pengolahan limbah yang berbasis teknologi kami beroperasi di Kendari.”

Dampak Lingkungan dan Ekonomi

Jika target tersebut tercapai, dampak lingkungan akan sangat signifikan. Dengan lima unit beroperasi, diproyeksikan minimal 50 ton limbah cair berkualitas tinggi dapat diolah setiap harinya, mengurangi beban pencemaran sungai dan laut Kendari. Secara ekonomi, industri kecil dan menengah akan menghemat biaya operasional pengolahan limbah hingga miliaran rupiah per tahunnya.

Penelitian ini juga membuka peluang bisnis baru di bidang produksi adsorben berbasis limbah pertanian lokal. Ini dapat menciptakan nilai tambah bagi petani dan pengusaha pertanian di sekitar Kendari.

“Kami juga melihat peluang untuk mengembangkan usaha kecil yang memproduksi adsorben ini,” tambah Muhammad Rizki Pratama. “Ini bisa menjadi bisnis yang menguntungkan sekaligus berkontribusi pada solusi lingkungan.”

Pengakuan Akademik

Hasil penelitian ini telah mendapat pengakuan di tingkat regional. Pada Seminar Riset Lingkungan Sulawesi Tenggara bulan Februari 2026, penelitian UMKH ini menerima penghargaan Best Innovation Award. Selain itu, tim peneliti telah mengirimkan makalah ke beberapa jurnal internasional terindeks Scopus, dan dua di antaranya sudah diterima untuk publikasi dalam bulan-bulan mendatang.

Penutup dan Proyeksi Masa Depan

Penelitian inovatif yang dilakukan dosen dan mahasiswa UMKH ini menjadi contoh konkret bagaimana universitas dapat berkontribusi langsung pada pembangunan berkelanjutan di daerahnya. Bukan hanya tentang penelitian yang bagus secara akademis, tetapi penelitian yang memecahkan masalah nyata masyarakat.

Ke depannya, Unit Kemahasiswaan UMKH berkomitmen untuk terus mendorong lebih banyak penelitian serupa yang berfokus pada isu-isu lokal Kendari, baik di bidang lingkungan, infrastruktur, ekonomi lokal, maupun sosial kemasyarakatan.

“UMKH ingin menjadi universitas yang tidak hanya berpikir tetapi juga bertindak nyata untuk komunitas Kendari,” tutup Dr. Imam Syafii. “Penelitian ini baru awal. Kami percaya akan ada lebih banyak inovasi yang datang dari civitas akademika kami untuk kemajuan Kendari.”

Dengan semangat yang sama, tim peneliti tetap fokus menyelesaikan penelitian mereka, berharap bahwa dalam waktu dekat teknologi yang mereka ciptakan dapat benar-benar memberikan dampak positif bagi industri, lingkungan, dan masyarakat Kendari secara keseluruhan.

Artikel ini merupakan liputan atas penelitian inovatif yang dilakukan Unit Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Kendari. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Unit Kemahasiswaan UMKH atau Dr. Hariyanto sebagai ketua peneliti.

More From Author

Universitas Muhammadiyah Kendari Luncurkan Program Pembelajaran Hybrid Terpadu untuk Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa Era Digital

Universitas Muhammadiyah Kendari Luncurkan Program Beasiswa Terpadu 2026, Komitmen Membuka Akses Pendidikan untuk Mahasiswa Kurang Mampu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *